Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

senja di pagi hari

Gambar
illustrasi senja ((mohamed_hasan by Pixabay)   Senja  di pagi hari. Bukankah senja itu waktu sore? Ketika mentari mulai merangkak turun dan melukis warna jingga di kaki langit, membawa serta kehangatannya untuk digantikan oleh sang rembulan yang akan menemani para pemimpi dalam lelap. : Cerpen  Caswigiati (Inyong) JABAR STYLE -  Fajar menyingsing. Aku duduk di kursi tua, yang terbuat dari anyaman bambu. Kupandangi kursi kosong di samping kiri. Di sana, biasanya lelaki itu duduk sambil menunggu mentari beranjak naik, memancarkan sinarnya. Setiap fajar menjelang, aku selalu teringat akan lelaki itu. Lelaki yang begitu aku cintai. Meski terkadang sikapnya menyebalkan, tapi ia selalu bisa membuatku tersenyum. "Neng, tulis kisah tentang senjaku di pagi hari." Hari itu, ia kembali mengatakannya. Hal yang sama. Berulang-ulang, setiap malam menjelang. Aku hanya mengernyitkan dahi menanggapinya. Entah apa maksud perkataan suamiku itu. Senja di pagi hari. Bukankah senja itu wa...

cerita dikala senja

  Seorang yang bijaksana hendaknya masuk ke dalam jalan-jalan yang pernah diambil oleh orang-orang hebat dan meneladani orang-orang yang paling hebat” kata saya kepada Abe dengan mengutip ungkapan Machiavelli seorang pemikir politik abad modern. Abe adalah saudara sepupu saya. Bertubuh kekar, hitam manis dan berwatak bijak. Ia baru kembali dari perantauan setelah enam tahun mencari pundi-pundi kekayaan di pedalaman pulau Kalimantan. Perjumpaan kami sore itu adalah pelepasan rindu yang selalu menunggangi setiap langkah kami. “Membayangkan saya seperti kamu itu santapan saya setiap hari. Menjadi seperti kamu adalah usaha saya setiap hari” batin saya di sore itu ketika bersama Abe berada di pusara kakek Elias Fuka. Langit tampak menguning. Hembusan angin laut menyapu tubuh. Terasa segar menusuk sumsum, memasuki sukma. Para petani lalu-lalang menelusuri jalan berbatuan. Hal ini menjadi pemandangan kami sore ini. Alun-alun kaki mereka membentuk harmoni yang indah tepat di gendang teling...

Menikmati Senja dari Luasnya Hamparan Sawah

Gambar
  Milenianews.com  –  Siapa yang tidak suka melihat senja? Apalagi jika matahari di sore hari mulai terbenam.  Cahaya berwarna oranye yang indah akan memanjakan mata ditambah semilir angin sepoi-sepoi  membuat siapapun betah berlama lama menetap. Sama dengan kalian aku juga suka melihat senja dan senang memotret keindahan senja di sore  hari. Baca Juga :  Mengenal  Seven Summit  Indonesia, Sudah Naik Gunung Kemana Aja? Belum lama ini aku menemukan hal yang membuatku takjub sekaligus terkejut.  Yuk   langsung simak ceritaku menilik keindahan alam di kampung halaman. Aku sering menyusuri desa untuk sekadar melihat pemandangan yang asri. Tapi baru kali ini,  aku menemukan surga tersembunyi ada di desaku. Pemandangan yang membuat ku kagum  melihatnya. Terdapat hamparan sawah yang luas dan hijau, terpampang jelas saat itu. Tak jauh dari hamparan sawah, ada jalur kereta api yang panjang dan siap mengantarkan penumpang dari ...

senja di akhir sore

  Kamu ingat saat kita pergi di sore hari ke tempat di mana langit menampakkan keindahannya dan tangan yang saling menggengam? Kita tersenyum bersama melihat senja kala itu. Yang ada di pikiranku aku tak ingin waktu cepat berlalu, bersamamu semuanya menjadi lengkap. Aku ingin waktu berhenti di situ untuk beberapa saat, mendengarkanmu bercerita tentang apa yang kamu suka dan tidak, melihat ekspresi wajahmu yang kadang tampak kesal, bingung dan lucu, menertawakan hal hal kecil yang membuatmu senang. Wah, sepertinya aku benar-benar masuk ke duniamu dan aku menyukainya karena aku bisa mendapatkan hal-hal baru darimu. Kamu mengajarkan banyak hal yang sebelumnya aku belum mengerti, bagaimana bisa aku melupakan bagian itu? Hmm…. tidak terasa senja akan berakhir, tapi aku tidak ingin semuanya berhenti di situ. Saat langit malam datang dan bintang-bintang meneranginya, aku berkeinginan bahwa aku ingin menjadi bintang yang tidak akan meninggalkan langitnya. Ketahuilah bahwa se...

Suasana Senja di Pedesaan

Gambar
  Ilustrasi Senja di Pegunungan. (pixabay.com) Pengabdian matahari saat waktu  sore hari  bagi seluruh kehidupan bumi akan usai. Dan bergantilah waktu  senja . Telah tiba saatnya waktu menyapa seluruh kehidupan di bumi. Saatnya matahari menghantarkan pesan kepada semua kehidupan untuk waktunya beristirahat. Saat senja kala menyapa  pedesaan  menjelang bergantinya menuju waktu malam. Setelah seharian sinar matahari terpancar sangat menyilaukan tatapan mata. Setelah seharian langit membiru bersih tanpa terluka oleh  mendung  yang mencabik-cabik langit. Berhampar luas pohon-pohon rindang yang mengelilingi seluruh pedesaan. Menambah keasrian pedesaan dengan seluruh kehidupan penduduk desa yang sangat bersahaja. Tiada hiasan segenap kemewahan yang melekat pada seluruh kehidupan penduduk pedesaan.  Kala senja tiba langit-langit berubah menjadi jingga. Perlahan matahari mulai beristirahat setelah mengabdi bagi seluruh kehidupan bumi seharian lamanya...

Senja dan Cerita di Balik Keindahannya Senja

Gambar
gambar senja ini diambil via WordPress.com Senja, Menyimpan Sebuah Ketenangan gambar senja ini diambil via WordPress.com Aku percaya, setiap senja memiliki cerita unik tersendiri. Aku juga percaya bahwa Tuhan selalu memiliki alasan disetiap kejadian. Begitupun dengan batas senja, yang telah memisahkan antara siang dan malam. Mungkin agar manusia tidak terlalu kecewa dengan apa yang telah mereka lalukan dihari itu atau mungkin da kemungkinan-kemungkinan lainnya yang telah Tuhan rencanakan untuk Umatnya, aku tak tahu enja merupakan sebuah fenomena alam yang membuat banyak orang terkagum-kagum, termasuk diriku sendiri. Sebenarnya akupun bingung selalu bertanya-tanya, mengapa senja selalu membuatku takjub dan mungkin menjadi sebuah candu? Merasa seolah pikiranku tenang oleh indahnya langit yang dihiasi cahya semburat warna api matahari yang enggan terbenam terpancarkan. Ketika melihatnya, seakan-akan aku sedang melihat pagelaran epik yang diam-diam berlangsung dalam...

ceria tenang senja

Gambar
  Senja adalah sebuah pembatas antara siang dan malam. Senja adalah pemisah, agar keduanya tidak berjumpa. Senja, sebuah penanda berakhirnya cerita. Hadirnya seperti sebuah kata pinta agar sang mentari segera menenggelamkan dirinya. Membuat cahaya mentari itu meredup dan membiarkan awan menjadi penguasa sang langit. Senja adalah satu dari titah-Nya, tak ada satupun yang dapat menolaknya. Bahkan senja itu sendiri pun harus menerima. Hadirnya bagai pengundang sang pelukis dunia yang namanya tersohor dimana-mana, yang mampu melukis warna sang langit berwarna jingga. Hingga setiap mata yang melihatnya pasti begitu terpesona. Akan ku ceritakan tentang bagaimana aku begitu menyukai senja, rela menengadah lamat-lamat ke ujung langit demi menjadi saksi datang perginya senja yang teramat cepat, merenung lalu tersenyum. Aku sering melakukannya, teramat sering malah, maka jangan jadi membenciku jika aku merasa harus memberitahu kalian cerita yang kudapat dari senja. Perubahan adalah sebuah ke...