Aku dan Senja
Sore itu, dua tahun yang lalu, saat semuanya dimulai. Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang mengesankan. Saat itu lembayung senja sedang menyelimuti bumi. Matahari mulai melenyapkan eksistensinya. Seakan mengerti ini adalah waktu untuk membiarkan bulan bersama dengan bumi. Aku terpana olehnya. Bukan,bukan kamu, Senja. Aku sama sekali tidak terpana oleh keindahanmu. Langit yang berwarna merah keunguan itu lebih menarik perhatianku. Bukan kamu, Senja! Sudah hampir dua pekan lamanya, seperti orang bodoh, aku masih kembali ke tempat ini. Tempat yang selalu membawaku ke masa lalu. Tempat yang selalu membawa memoriku tentangmu. Ini lucu dan mungkin kau akan tertawa jika aku berkata bahwa aku mendambakanmu hadir ditempat ini lagi. Mendambakanmu untuk kembali dan kita bisa membuat lebih banyak memori di sini. Lucu bukan? Bagaimana kalau aku mengenalkan diri? Hai, aku adalah bulan yang sedang mendamba kehadiran matahari di malam hari. __ Sore itu aku pergi meninggalkan rumahku untuk menuju...