Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Aku dan Senja

Gambar
Sore itu, dua tahun yang lalu, saat semuanya dimulai. Berawal dari sebuah pertemuan singkat yang mengesankan. Saat itu lembayung senja sedang menyelimuti bumi. Matahari mulai melenyapkan eksistensinya. Seakan mengerti ini adalah waktu untuk membiarkan bulan bersama dengan bumi. Aku terpana olehnya. Bukan,bukan kamu, Senja. Aku sama sekali tidak terpana oleh keindahanmu. Langit yang berwarna merah keunguan itu lebih menarik perhatianku. Bukan kamu, Senja! Sudah hampir dua pekan lamanya, seperti orang bodoh, aku masih kembali ke tempat ini. Tempat yang selalu membawaku ke masa lalu. Tempat yang selalu membawa memoriku tentangmu. Ini lucu dan mungkin kau akan tertawa jika aku berkata bahwa aku mendambakanmu hadir ditempat ini lagi. Mendambakanmu untuk kembali dan kita bisa membuat lebih banyak memori di sini. Lucu bukan? Bagaimana kalau aku mengenalkan diri? Hai, aku adalah bulan yang sedang mendamba kehadiran matahari di malam hari. __ Sore itu aku pergi meninggalkan rumahku untuk menuju...

MALAM

Gambar
  Saat malam tiba, aku selalu duduk di depan teras rumahku tepat di bawah lampu bohlam bewarna jingga. Aku terdiam menatap pekatnya malam bersama alunan suara jangkrik yang bersautan, dan semilir angin malam. Teringat dulu bagaimana cerita dari bapak tentang datangnya anugerah dari Sang Pencipta. Suatu kehadiran kehidupan baru di dunia ini. Dengan kerja keras dan keringat membasahi tubuh pada wanita separuh jiwanya, yang menghadirkan pujaan baru bagi keduanya. Tepat pada malam itu aku dilahirkan. Begitulah cerita bapak semasa dia masih ada. Bapak banyak bercerita dan aku selalu suka jika bapak bercerita. Ia juga mengajariku banyak hal sebagaimana adanya cahaya yang selalu menerangiku. Yang memelukku dikala dingin, membuatku tersenyum dikala tangis, merawat dan membesarkanku hingga remaja, ia memberi tahu antara mana yang baik dengan yang buruk dan juga mana yang salah dengan yang benar. Di lain sisi, aku hidup hanya dengan bapakku. Karena semasa aku lahir, emak meninggalkanku dan p...

suatu malam

Gambar
  Malam   itu, aku   termenung   dalam kerinduan yang mendalam. Terhadap dua sosok yang luar biasa menurutku. Tanpa  sadar air mata menetes dari netraku. Aku teringat sebuah kenangan yang mendalam, yang luar biasa membekas di ingatan dan hati. Malam ini sangat dingin. Tak seperi malam-malam sebelumnya. Aku sadar ada yang berbeda atau mungkin hanya perasaanku saja. Entahlah, akupun tak paham. Tetapi apakah mungkin mala mini ada yang berbeda. Angin di malam ini meniupkan rasa yang berbeda. Sungguh terasa berbeda, perasaan diriku mala mini berbeda. Entah bagaimana jadinya, tiba-tiba rasa  rindu  terasa malam ini. Sekelabat bayangan membayang di kedua netraku. Sosok yang selalu kuingat. Mungkin tak pernah terlupa. Sepasang tua renta yang sangat kusayangi Sepasang tua renta yang menyayangi aku sepanjang hidup mereka. Ingin kutuliskan suatu pesan untuk mereka. Entah akan sampai atau tidak.

Aku dan Sepenggal Kisah Bersama Malam

Gambar
  Selain aku, banyak manusia lain di luar sana yang mencinta malam. Mereka beranggapan bahwa malam adalah tempat menemukan inspirasi. Malam tempat beristirahat dan merebahkan lelah. Malam juga memberi pelajaran yang berharga bagi mereka yang mengerti setiap keindahan, ketenangan, dan kedamaian Kenapa malam begitu terasa indah? Malam mengerti saat aku harus memendam rindu untuk pulang ke kampung halaman. Di sanalah aku bisa bertemu dengan orang-orang yang aku cintai. Orang-orang yang menungguku dengan doa dan berharap akan kesuksesanku. Ada rasa sedih yang tersirat di balik nada suara lewat telepon genggam itu. Menanyakan kabarku. Suara yang sudah lama tidak kudengar secara langsung. Suara dari seorang Ibu yang merindukan anak nya. Merindukannya pulang. Memeluk sosok tegar itu yang rambutnya kini kian memutih. Kulitnya kian keriput. Tubuh itu mulai ronta. Tapi semangat nya tak pernah tua. Jika saja dunia ini hanya bisa digenggam dengan cinta, mungkin aku tidak akan kehilangan lima t...